وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berkata, “Kami mendengar,” padahal mereka tidak mendengar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَwa-laa takuunuu ka-lladziina qaaluu sami'naa wa-hum laa yasma'uunadan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berkata, kami mendengar, padahal mereka tidak mendengar
Aplikasi

Kesenjangan antara klaim 'kami mendengarkan' dan kenyataan 'mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya)' menyingkap kemunafikan verbal, pengakuan lisan tanpa tindak lanjut nyata. Konkretnya: mengklaim memahami atau setuju pada sesuatu secara lisan tanpa benar-benar mempraktikkannya adalah bentuk ketidakjujuran yang halus, memeriksa apakah klaim mendengarkan/memahami diri sendiri benar-benar tercermin dalam tindakan nyata adalah pemeriksaan diri yang jujur dan penting.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.