إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka disentuh godaan dari setan, mereka pun ingat. Maka seketika itu juga mereka melihat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَinna lladziina ttaqaw idzaa massahum taa'ifun mina sh-shaytaani tadzakkaruu fa-idzaa hum mubsiruunasesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka disentuh godaan dari setan, mereka pun ingat, maka seketika itu juga mereka melihat
Aplikasi

Yang membedakan orang bertakwa bukan ketiadaan godaan, melainkan kecepatan pulih: 'mereka segera ingat. seketika itu juga mereka melihat', kesadaran yang cepat kembali setelah tergelincir sesaat. Konkretnya: standar realistis bukan tidak pernah tergoda sama sekali, melainkan seberapa cepat kesadaran pulih dan mengoreksi arah setelah tergelincir, mengukur pertumbuhan diri lewat kecepatan pemulihan (bukan ketiadaan kesalahan total) adalah standar yang lebih realistis dan lebih membangun.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.