إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak sapi itu, kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan dunia. Dan demikianlah Kami membalas orang-orang yang mengada-adakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاinna lladziina ttakhadzuu l-ijla sa-yanaaluhum ghadabun min rabbihim wa-dzillatun fi l-hayaati d-dunyaasesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak sapi itu, kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan dunia
- وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَwa-ka-dzaalika najzii l-muftariinadan demikianlah Kami membalas orang-orang yang mengada-adakan
Aplikasi
Konsekuensi bagi penyembah anak sapi disebutkan mencakup dua dimensi: 'kemurkaan dari Tuhan mereka' (spiritual) DAN 'kehinaan dalam kehidupan dunia' (langsung, terlihat), bukan hanya konsekuensi abstrak yang tertunda. Konkretnya: pelanggaran serius terhadap nilai inti sering membawa konsekuensi ganda, dampak batin/spiritual sekaligus dampak nyata yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran akan dua dimensi ini membantu memahami keseriusan sebuah kesalahan secara lebih menyeluruh, bukan hanya salah satu sisi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, '-j-l, n-y-l, gh-d-b, r-b-b, dz-l-l, h-y-y, d-n-w, j-z-y, f-r-y): yanaaluhum diterjemahkan 'menimpa mereka' (akar n-y-l); ghadab/dhillah diterjemahkan 'kemurkaan/kehinaan' (akar dz-l-l); muftariin diterjemahkan 'orang-orang yang mengada-adakan (dusta)' (akar f-r-y). gloss '(patung)/(sebagai sembahan)' dibuang.