قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ
Ia berkata, “Apakah aku mencarikan untuk kalian tuhan selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kalian atas seisi alam?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَqaala a-ghayra llaahi abghiikum ilaahan wa-huwa faddalakum alaa l-aalamiinaia berkata, apakah aku mencarikan untuk kalian tuhan selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kalian atas seisi alam
Aplikasi
Musa mengingatkan kaumnya dengan pertanyaan retoris, mengapa mencari tuhan lain padahal Allah 'telah melebihkan kalian atas seisi alam'?, kontradiksi logis mencari sandaran yang lebih rendah padahal sudah menerima keistimewaan dari sumber yang lebih tinggi. Konkretnya: saat tergoda meninggalkan komitmen/prinsip yang sudah terbukti memberi banyak kebaikan demi sesuatu yang tampak baru dan menarik, mengingat kembali kebaikan yang sudah diterima dari komitmen semula membantu menilai secara jujur apakah pergantian itu benar-benar masuk akal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (terjemahan lain: semesta/seluruh alam, diseragamkan); sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'the SORTS of created beings… it has this form because it INCLUDES MANKIND'.