Ayat 7:129
قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
Mereka berkata, “Kami disakiti sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang kepada kami.” Ia berkata, “Semoga Tuhan kalian membinasakan musuh kalian dan menjadikan kalian pengganti di bumi, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَاqaaluu uudziinaa min qabli an ta'tiyanaa wa-min ba'di maa ji'tanaamereka berkata, kami disakiti sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang kepada kami
- قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَqaala asaa rabbukum an yuhlika aduwwakum wa-yastakhlifakum fi l-ardi fa-yanzhura kayfa ta'maluunaia berkata, semoga Tuhan kalian membinasakan musuh kalian dan menjadikan kalian pengganti di bumi, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat
Aplikasi
Keluhan jujur umat, 'kami disakiti sebelum engkau datang dan setelah engkau datang', tidak diabaikan Musa, tapi direspons dengan reorientasi ke harapan jangka panjang, sekaligus peringatan tersembunyi: keberhasilan nanti pun akan diuji ('Dia melihat bagaimana kalian berbuat'). Konkretnya: pemimpin yang baik tidak mengabaikan keluhan bahwa keadaan belum membaik meski sudah ada usaha, tapi juga jujur bahwa mencapai posisi lebih baik bukan akhir perjuangan, melainkan awal ujian baru (bagaimana berperilaku setelah diberi kekuasaan/kelegaan) yang sama pentingnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-dz-y, q-b-l, a-t-y, b-'-d, j-y-a, '-s-y, r-b-b, h-l-k, '-d-w, kh-l-f, a-r-d, n-zh-r, k-y-f, '-m-l): uudhiinaa diterjemahkan 'kami disakiti' (akar '-dz-y); yuhlika diterjemahkan 'membinasakan' (akar h-l-k); yastakhlifa diterjemahkan 'menjadikan pengganti' (akar kh-l-f). gloss '(oleh Fir'aun)/(kaum Musa)/(Musa)' dibuang.
Ayat 7:130
وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Dan sungguh Kami timpakan kepada keluarga Firaun paceklik bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَwa-la-qad akhadznaa aala fir'awna bi-s-siniina wa-naqsin mina ts-tsamaraati la'allahum yadzdzakkaruunadan sungguh Kami timpakan kepada keluarga Firaun paceklik bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran
Aplikasi
Kesulitan ekonomi (paceklik bertahun-tahun) yang menimpa keluarga Fir'aun disebutkan punya tujuan eksplisit: 'agar mereka mengambil pelajaran', kesulitan material sekali lagi dikaitkan dengan fungsi pedagogis, bukan sekadar bencana acak. Konkretnya: kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada individu atau kelompok yang sedang bertahan pada jalan yang salah bisa dimaknai sebagai kesempatan refleksi yang ditawarkan, bagaimana seseorang merespons kesulitan semacam ini (introspeksi vs. mengeraskan hati) menentukan apakah kesempatan itu benar-benar dimanfaatkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, a-w-l, s-n-w, n-q-s, ts-m-r, dz-k-r): bi-s-siniin diterjemahkan '(musim) paceklik bertahun-tahun' (akar s-n-w; terjemahan lain 'kemarau panjang'); naqs min ath-thamaraat diterjemahkan 'kekurangan buah-buahan' (akar n-q-s + akar ts-m-r); yadhdhakkaruun diterjemahkan 'mengambil pelajaran' (akar dz-k-r).