وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Dan Kami menghujani mereka dengan hujan. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًاwa-amtarnaa alayhim matarandan Kami menghujani mereka dengan hujan
  2. فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَfa-nzhur kayfa kaana aaqibatu l-mujrimiinamaka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa
Aplikasi

Ajakan berulang 'perhatikanlah bagaimana akhir para pendurhaka', pola yang sama muncul di berbagai kisah kehancuran, menegaskan lagi anjuran mengamati hasil nyata sebagai metode verifikasi, bukan sekadar menerima klaim. Konkretnya: mengamati hasil akhir dari berbagai pilihan hidup orang lain (bukan hanya mendengar klaim atau janji) adalah metode pembelajaran yang eksplisit dianjurkan berulang-ulang di sini, belajar dari pola hasil nyata orang lain adalah cara yang lebih andal daripada berasumsi tanpa bukti.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-t-r, n-zh-r, k-y-f, k-w-n, '-q-b, j-r-m): amtarnaa mataran diterjemahkan 'menghujani dengan hujan' (akar m-t-r; terjemahan lain menambah '(batu)', dibuang, teks tak menyebut jenisnya di ayat ini); aaqibat al-mujrimiin diterjemahkan 'akhir para pendurhaka' (akar '-q-b + akar j-r-m).