لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍla-qad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi fa-qaala yaa qawmi buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhu innii akhaafu alaykum adzaaba yawmin azhiiminsungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia, sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar
Aplikasi
Pesan inti Nuh sederhana ('sembahlah Allah, tidak ada tuhan selain Dia') disertai motif eksplisit: 'aku takut kalian akan ditimpa azab', ketakutan yang diungkapkan Nuh adalah kekhawatiran BAGI mereka, bukan ancaman terhadap mereka. Konkretnya: menyampaikan peringatan atau kritik yang didasari kepedulian tulus terhadap kesejahteraan penerima (bukan keinginan menghakimi atau menang) memiliki nada dan efek yang sangat berbeda, memeriksa motif diri sendiri saat memperingatkan orang lain (peduli vs menghakimi) penting sebelum menyampaikannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.