وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Kami mencabut dari dada mereka rasa dendam yang ada; mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ini; dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjuki kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka, “Itulah taman yang telah diwariskan kepada kalian karena apa yang selalu kalian kerjakan.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُwa-naza'naa maa fii suduurihim min ghillin tajrii min tahtihimu l-anhaarudan Kami mencabut dari dada mereka rasa dendam yang ada; mengalir di bawah mereka sungai-sungai
- وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُwa-qaaluu l-hamdu lillaahi lladzii hadaanaa li-haadzaa wa-maa kunnaa li-nahtadiya lawlaa an hadaanaa llaahudan mereka berkata, segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ini, dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjuki kami
- لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّla-qad jaa'at rusulu rabbinaa bi-l-haqqisungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran
- وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَwa-nuuduu an tilkumu l-jannatu uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta'maluunadan diserukan kepada mereka, itulah taman yang telah diwariskan kepada kalian karena apa yang selalu kalian kerjakan
Aplikasi
Detail penting: 'Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka' disebutkan eksplisit sebagai bagian dari kondisi surga, kedamaian sejati mencakup pembersihan dari kebencian antar-sesama, bukan hanya kenyamanan fisik. Konkretnya: ketenangan batin yang utuh membutuhkan pembersihan dari dendam dan kebencian terhadap orang lain, bukan sekadar kenyamanan eksternal, menyimpan dendam, sekecil apa pun, adalah beban yang menghalangi kedamaian penuh, sebuah pekerjaan batin yang layak diusahakan secara sadar, bukan diabaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
al-hamdu lillaah (ucapan penghuni surga) pemakaian diteruskan; uurithtumuuhaa 2MP diterjemahkan 'diwariskan kepada kalian'. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid). of dhammahuu'; hamd ≠ madh (hanya utk yang bergantung kehendak); hamd ≠ shukr ('shukr is only on account of favour received; hamd… sometimes from other causes'; yang tertimpa musibah ber-alhamdulillaah, 'no worldly blessing'); hamiid = 'laudatus' dua-arah: praised AND praiseworthy.