قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Ia berkata, “Maka karena Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan menghadang mereka di jalan-Mu yang lurus,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَqaala fa-bimaa aghwaytanii la-aq'udanna lahum siraataka l-mustaqiimaia berkata, maka karena Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan menghadang mereka di jalan-Mu yang lurus
Aplikasi
Alasan Iblis untuk rencana jahatnya: 'karena Engkau telah menyesatkanku', melempar tanggung jawab atas pilihannya sendiri kepada pihak lain, alih-alih mengakui pilihannya sendiri. Konkretnya: pola melempar tanggung jawab kesalahan sendiri kepada pihak lain ('ini karena kamu/keadaan yang membuatku begini') adalah pola pembenaran diri klasik yang perlu dikenali dan dihindari, kontras tajam dengan respons Adam-Hawa nanti (7:23) yang justru mengakui 'kami menzalimi diri kami sendiri', sebuah model yang jauh lebih sehat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, gh-w-y, q-'-d, s-r-t, q-w-m): aghwaytanii diterjemahkan 'Engkau menyesatkanku', akar gh-w-y (ghawaa=sesat/tergoda; BEDA dari akar d-l-l; Iblis menisbahkan ghawaayah-nya kepada Allah); la-aq'udanna diterjemahkan 'pasti aku menghadang (duduk)' (akar q-'-d). gloss '(Iblis)' dibuang.