وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Telah sempurna kalimat Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan. Tiada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan Dia yang mendengar lagi yang mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًاwa-tammat kalimatu rabbika sidqan wa-adlantelah sempurna kalimat Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan
  2. لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِlaa mubaddila li-kalimaatihitiada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya
  3. وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-huwa s-samii'u l-aliimudan Dia yang mendengar lagi yang mengetahui
Aplikasi

'Telah sempurna kalimat Tuhanmu. tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya' menegaskan stabilitas teks rujukan sebagai fondasi yang tidak bergeser meski keadaan di sekitarnya berubah. Konkretnya: memiliki satu rujukan yang stabil dan tidak berubah-ubah (prinsip, nilai inti) di tengah dunia yang terus bergejolak memberi titik pijak yang bisa diandalkan, kestabilan fondasi ini penting justru karena banyak hal lain di sekitarnya terus berubah.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'Sang Berilmu' (takrif corpus); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').