وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, “Apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةًwa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi aazara a-tattakhidzu asnaaman aalihatandan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan
  2. إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍinnii araaka wa-qawmaka fii dalaalin mubiininsesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata
Aplikasi

Ibrahim mengonfrontasi ayahnya sendiri, Azar, secara langsung dan terang-terangan tentang penyembahan berhala, kejujuran terhadap keyakinan mendasar tidak dikecualikan bahkan untuk figur seotoritatif orang tua. Konkretnya: menyampaikan keberatan jujur tentang sesuatu yang diyakini keliru, bahkan kepada figur yang secara sosial/keluarga dihormati (orang tua, senior), adalah keberanian yang dicontohkan di sini, kedekatan hubungan tidak seharusnya membungkam kejujuran tentang hal-hal mendasar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-b-w, a-kh-dz, s-n-m, a-l-h, r-a-y, q-w-m, d-l-l, b-y-n): asnaam diterjemahkan 'berhala-berhala'; aalihah diterjemahkan 'tuhan-tuhan' (jamak ilaah, dijaga harfiah); dalaal mubiin diterjemahkan 'kesesatan yang nyata' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(Ingatlah)/(pantas)' dibuang.