Ayat 6:74

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, “Apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةًwa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi aazara a-tattakhidzu asnaaman aalihatandan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan
  2. إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍinnii araaka wa-qawmaka fii dalaalin mubiininsesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata
Aplikasi

Ibrahim mengonfrontasi ayahnya sendiri, Azar, secara langsung dan terang-terangan tentang penyembahan berhala, kejujuran terhadap keyakinan mendasar tidak dikecualikan bahkan untuk figur seotoritatif orang tua. Konkretnya: menyampaikan keberatan jujur tentang sesuatu yang diyakini keliru, bahkan kepada figur yang secara sosial/keluarga dihormati (orang tua, senior), adalah keberanian yang dicontohkan di sini, kedekatan hubungan tidak seharusnya membungkam kejujuran tentang hal-hal mendasar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-b-w, a-kh-dz, s-n-m, a-l-h, r-a-y, q-w-m, d-l-l, b-y-n): asnaam diterjemahkan 'berhala-berhala'; aalihah diterjemahkan 'tuhan-tuhan' (jamak ilaah, dijaga harfiah); dalaal mubiin diterjemahkan 'kesesatan yang nyata' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(Ingatlah)/(pantas)' dibuang.

Ayat 6:75

وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim malakuut langit dan bumi, dan agar ia termasuk orang-orang yang yakin.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَwa-ka-dzaalika nurii ibraahiima malakuuta s-samaawaati wa-l-ardi wa-li-yakuuna mina l-muuqiniinadan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim malakuut langit dan bumi, dan agar ia termasuk orang-orang yang yakin
Aplikasi

Ibrahim 'diperlihatkan malakuut langit dan bumi agar ia termasuk orang-orang yang yakin', keyakinan (yaqiin) di sini dibangun lewat pengamatan dan perenungan langsung, bukan sekadar diberitahu. Konkretnya: keyakinan yang kokoh biasanya terbangun lewat pengamatan dan perenungan aktif atas realitas di sekitar (bukan hanya menerima klaim orang lain mentah-mentah), meluangkan waktu untuk benar-benar mengamati dan merenungkan memperkuat fondasi keyakinan yang lebih tahan uji.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, m-l-k, s-m-w, a-r-d, k-w-n, y-q-n): malakuut diterjemahkan 'malakuut (kerajaan agung)', akar m-l-k (putaran MLK; bentuk intensif dari milk=penguasaan; terjemahan lain 'kekuasaan', sebagian penerjemah 'kingdom'); muuqiniin diterjemahkan 'orang-orang yang yakin' (akar y-q-n). gloss '(Kami yang terdapat)' dibuang.

Ayat 6:76

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

Ketika malam telah menjadi gelap atasnya, ia melihat sebuah bintang. Ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka, ketika bintang itu terbenam, ia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًاfa-lammaa janna alayhi l-laylu ra'aa kawkabanketika malam telah menjadi gelap atasnya, ia melihat sebuah bintang
  2. قَالَ هَٰذَا رَبِّيqaala haadzaa rabbiiia berkata, inilah Tuhanku
  3. فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَfa-lammaa afala qaala laa uhibbu l-aafiliinamaka ketika bintang itu terbenam, ia berkata, aku tidak suka kepada yang terbenam
Aplikasi

Ibrahim menguji bintang sebagai calon 'Tuhan', lalu menolaknya begitu ia 'terbenam', 'aku tidak suka kepada yang terbenam' menjadi kriteria eksplisit: apa pun yang bersifat sementara/hilang tidak layak jadi objek keyakinan tertinggi. Konkretnya: metode Ibrahim ini bisa dipraktikkan langsung, saat menaruh harapan/kepercayaan besar pada sesuatu (kekayaan, jabatan, popularitas), uji dulu apakah ia bersifat permanen atau fana; sesuatu yang pasti 'terbenam' cepat atau lambat bukan fondasi yang layak jadi sandaran utama.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).

Ayat 6:77

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ

Maka ketika ia melihat bulan terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bulan itu terbenam, ia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّيfa-lammaa ra'aa l-qamara baazighan qaala haadzaa rabbiimaka ketika ia melihat bulan terbit, ia berkata, inilah Tuhanku
  2. فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَfa-lammaa afala qaala la-in lam yahdinii rabbii la-akuunanna mina l-qawmi d-daalliinamaka ketika bulan itu terbenam, ia berkata, sungguh jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat
Aplikasi

Pola yang sama diulang pada bulan, 'jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat', pencarian Ibrahim disertai kerendahan hati mengakui butuh petunjuk, bukan mengklaim kepastian dari usahanya sendiri semata. Konkretnya: dalam proses mencari kebenaran/jawaban penting dalam hidup, kombinasi antara usaha aktif menyelidiki DAN kerendahan hati mengakui keterbatasan diri (butuh bimbingan dari luar) lebih produktif daripada mengandalkan kepastian diri sendiri semata.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, q-m-r, b-z-gh, q-w-l, r-b-b, a-f-l, h-d-y, k-w-n, q-w-m, d-l-l): baazigh diterjemahkan 'terbit'; afala diterjemahkan 'terbenam'; yahdi diterjemahkan 'memberi petunjuk' (akar h-d-y HDY); daalliin diterjemahkan 'sesat' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(kepada kaumnya)' dibuang.

Ayat 6:78

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

Maka ketika ia melihat matahari terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Maka ketika matahari terbenam, ia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kalian persekutukan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُfa-lammaa ra'aa sh-shamsa baazighatan qaala haadzaa rabbii haadzaa akbarumaka ketika ia melihat matahari terbit, ia berkata, inilah Tuhanku, ini lebih besar
  2. فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَfa-lammaa afalat qaala yaa qawmi innii barii'un mimmaa tushrikuunamaka ketika matahari terbenam, ia berkata, wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kalian persekutukan
Aplikasi

Puncak pengujian pada matahari ('ini lebih besar') tetap berujung sama: begitu terbenam, Ibrahim menyatakan pelepasan total, 'aku berlepas diri dari yang kalian persekutukan'. Konkretnya: bahkan kandidat paling mengesankan sekalipun tetap tunduk pada kriteria yang sama, semakin besar/mengesankan sesuatu yang fana, semakin besar pula godaan untuk salah menempatkannya sebagai sandaran utama, sehingga kriteria konsistensi dalam menilai (bukan terpukau ukuran) tetap perlu dipegang teguh.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. contr. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.

Ayat 6:79

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًاinnii wajjahtu wajhiya li-lladzii fatara s-samaawaati wa-l-arda haniifansesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus
  2. وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَwa-maa anaa mina l-mushrikiinadan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik
Aplikasi

Kesimpulan pencarian Ibrahim: 'menghadapkan wajahku kepada Yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus (haniif)', orientasi total dan langsung kepada Pencipta, setelah proses eliminasi sistematis atas segala yang fana. Konkretnya: pencarian keyakinan yang matang idealnya melalui proses eliminasi yang jujur (menguji dan menyingkirkan yang terbukti tidak layak) sebelum sampai pada orientasi akhir yang mantap, kemantapan yang dibangun lewat proses semacam ini lebih kokoh daripada keyakinan yang diwarisi tanpa pernah diuji sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-j-h, f-t-r, s-m-w, a-r-d, h-n-f, sh-r-k): wajjahtu wajhiya diterjemahkan 'aku menghadapkan wajahku', akar w-j-h (putaran WJH, harfiah); fatara diterjemahkan 'menciptakan (dari asal-mula)' (akar f-t-r putaran FTR); haniif diterjemahkan 'lurus/condong ke kebenaran' (akar h-n-f putaran HNF; terjemahan lain 'agama yang lurus'). gloss '(hanya)/(mengikuti)/(agama)' dibuang.