وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan pertanggungjawaban mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Dan peringatkanlah dengannya, agar tidak ada jiwa yang diserahkan pada azab karena perbuatannya sendiri, tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, dan jika ia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang diserahkan pada azab karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَاwa-dzari lladziina ttakhadzuu diinahum la'iban wa-lahwan wa-gharratsumu l-hayaatu d-dunyaadan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan pertanggungjawaban mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia
  2. وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَاwa-dzakkir bihi an tubsala nafsun bimaa kasabat laysa lahaa min duuni llaahi waliyyun wa-laa shafii'un wa-in ta'dil kulla adlin laa yu'khadz minhaadan peringatkanlah dengannya, agar tidak ada jiwa yang diserahkan pada azab karena perbuatannya sendiri, tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, dan jika ia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima darinya
  3. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُواulaa'ika lladziina ubsiluu bimaa kasabuumereka itulah orang-orang yang diserahkan pada azab karena perbuatan mereka sendiri
  4. لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَlahum sharaabun min hamiimin wa-adzaabun aliimun bimaa kaanuu yakfuruunamereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur
Aplikasi

'Pertanggungjawaban (diin) sebagai permainan dan kelengahan' menandai penyimpangan mendasar: sistem nilai hidup yang seharusnya serius justru diperlakukan sebagai sekadar hiburan, dan pada titik tertentu, 'segala macam tebusan apa pun' tidak lagi diterima. Konkretnya: menunda-nunda keseriusan terhadap pertanggungjawaban hidup dengan dalih 'nanti bisa diperbaiki' berisiko melewati titik di mana perbaikan/tebusan lagi tidak relevan, keseriusan terhadap arah hidup perlu dijaga sejak sekarang, bukan ditunda sampai 'nanti ada waktu menebus'.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul. akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).