قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kalian serta menutup hati kalian, siapakah tuhan selain Allah yang dapat mendatangkannya kembali kepada kalian?” Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda, kemudian mereka tetap berpaling.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِqul ara'aytum in akhadza llaahu sam'akum wa-absaarakum wa-khatama alaa quluubikum man ilaahun ghayru llaahi ya'tiikum bihikatakanlah, terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kalian serta menutup hati kalian, siapakah tuhan selain Allah yang dapat mendatangkannya kembali kepada kalian
  2. انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَunzhur kayfa nusarrifu l-aayaati tsumma hum yasdifuunaperhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda, kemudian mereka tetap berpaling
Aplikasi

Pertanyaan retoris 'jika Allah mencabut pendengaran, penglihatan, menutup hati kalian, siapa yang bisa mengembalikannya?' menyingkap kerapuhan mendasar dari kapasitas indrawi yang selama ini dianggap taken-for-granted. Konkretnya: pendengaran, penglihatan, kejernihan berpikir adalah karunia rapuh yang mudah lenyap, bukan hak yang otomatis permanen, kesadaran ini mendorong rasa syukur aktif dan penggunaan yang bertanggung jawab atas kapasitas yang saat ini masih dimiliki.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Terangkanlah” diterjemahkan “"Terangkanlah”; “hatimu,” diterjemahkan “hati kalian,”; “kepadamu?”” diterjemahkan “kepada kalian?"”; “kekuasaan” DIBUANG. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.