فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Maka dimusnahkanlah keturunan terakhir kaum yang zalim itu. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُواfa-quti'a daabiru l-qawmi lladziina zhalamuumaka dimusnahkanlah keturunan terakhir kaum yang zalim itu
  2. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَwa-l-hamdu lillaahi rabbi l-aalamiinadan segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam
Aplikasi

Kehancuran kaum zalim 'sampai ke akar-akarnya' langsung disusul 'segala puji bagi Allah', bahkan dalam narasi kehancuran, penutupnya tetap syukur/pujian, bukan kepuasan atas penderitaan pihak lain. Konkretnya: saat melihat keadilan akhirnya ditegakkan, sikap yang tepat adalah rasa syukur atas tegaknya keadilan, bukan kepuasan atas penderitaan pihak yang bersalah, perbedaan nuansa ini penting dijaga.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (terjemahan lain: semesta/seluruh alam, diseragamkan); sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'the SORTS of created beings… it has this form because it INCLUDES MANKIND'.