فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
Maka ketika mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami bukakan bagi mereka pintu-pintu segala sesuatu, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami timpa mereka tiba-tiba, maka seketika mereka putus asa.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَfa-lammaa nasuu maa dzukkiruu bihi fatahnaa alayhim abwaaba kulli shay'in hattaa idzaa farihuu bimaa uutuu akhadznaahum baghtatan fa-idzaa hum mublisuunamaka ketika mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami bukakan bagi mereka pintu-pintu segala sesuatu, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami timpa mereka tiba-tiba, maka seketika mereka putus asa
Aplikasi
Pola istidraj: saat mereka melupakan peringatan, justru dibukakan 'pintu-pintu segala sesuatu' (kemakmuran melimpah), kegembiraan atas pemberian itu berujung ditimpa tiba-tiba, seketika putus asa. Konkretnya: kemakmuran yang datang justru setelah mengabaikan nilai-nilai penting bisa jadi bukan tanda restu, melainkan ruang yang diberikan sebelum konsekuensi, jangan menafsirkan kelimpahan sebagai bukti otomatis bahwa arah hidup sudah benar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-s-y, dz-k-r, f-t-h, b-w-b, k-l-l, sh-y-a, f-r-h, a-t-y, a-kh-dz, b-gh-t, b-l-s): nasuu diterjemahkan 'melupakan' (akar n-s-y NSY); mublisuun diterjemahkan 'putus asa/tertegun' (akar b-l-s). gloss '(kesenangan)' dibuang.