وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
Dan makanlah dari apa yang Allah rezekikan kepada kalian, halal lagi baik; dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian beriman.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًاwa-kuluu mimmaa razaqakumu llaahu halaalan tayyibandan makanlah dari apa yang Allah rezekikan kepada kalian, halal lagi baik
- وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَwa-ttaquu llaaha lladzii antum bihi mu'minuunadan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian beriman
Aplikasi
Perintah sederhana ini menyandingkan dua kata sifat sekaligus untuk makanan, halal (sah secara hukum) dan tayyib (baik/berkualitas), menunjukkan bahwa kehalalan formal saja tidak cukup tanpa kebaikan substansial. Konkretnya: dalam memilih sumber penghidupan atau konsumsi, dua standar berlaku sekaligus, bukan hanya apakah ini sah secara legal, tetapi juga apakah ini benar-benar baik dan bermanfaat, sesuatu bisa lolos syarat legal tapi tetap buruk kualitasnya bagi diri sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-k-l, r-z-q, a-l-h, h-l-l, t-y-b, w-q-y, a-m-n): razaqa diterjemahkan 'merezekikan' (akar r-z-q); halaalan tayyiban diterjemahkan 'halal lagi baik' (akar h-l-l + طيّب). Selaras.