فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ
Maka Allah mengutus seekor burung gagak yang mengais di tanah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menutupi jasad saudaranya. Ia berkata, “Celaka aku! Apakah aku tak mampu menjadi seperti burung gagak ini, lalu menutupi jasad saudaraku?” Maka ia menjadi termasuk orang-orang yang menyesal.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِfa-ba'atsa llaahu ghuraaban yabhatsu fii l-ardi li-yuriyahu kayfa yuwaarii saw'ata akhiihimaka Allah mengutus seekor burung gagak yang mengais di tanah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menutupi jasad saudaranya
- قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِيqaala yaa waylataa a-ajaztu an akuuna mitsla haadzaa l-ghuraabi fa-uwaariya saw'ata akhiiia berkata, celaka aku, apakah aku tak mampu menjadi seperti burung gagak ini, lalu menutupi jasad saudaraku
- فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَfa-asbaha mina n-naadimiinamaka ia menjadi termasuk orang-orang yang menyesal
Aplikasi
Ironi tajam ayat ini: manusia pertama yang membunuh manusia lain justru harus belajar dari seekor burung gagak bagaimana caranya memperlakukan jasad dengan layak, kebingungan total di hadapan akibat perbuatannya sendiri. Konkretnya: penyesalan yang datang setelah kerusakan terjadi menegaskan pentingnya berpikir sebelum bertindak, kebijaksanaan yang datang terlambat tetap lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi harganya sudah dibayar mahal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-'-ts, a-l-h, gh-r-b, b-h-ts, a-r-d, r-a-y, k-y-f, w-r-y, s-w-a, a-kh-w, q-w-l, '-j-z, k-w-n, m-ts-l, s-b-h, n-d-m): ba'atha diterjemahkan 'mengutus' (akar b-'-ts); saw'ah diterjemahkan 'jasad (yang memalukan bila terbuka)', makna dasar 'keburukan/aurat', di sini mayat; yuwaarii diterjemahkan 'menutupi'. gloss '(Qabil)' dibuang.