فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Maka nafsunya membujuk-memudahkan baginya pembunuhan saudaranya, lalu ia membunuhnya, sehingga ia menjadi termasuk orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَfa-tawwa'at lahu nafsuhu qatla akhiihi fa-qatalahu fa-asbaha mina l-khaasiriinamaka nafsunya membujuk-memudahkan baginya pembunuhan saudaranya, lalu ia membunuhnya, sehingga ia menjadi termasuk orang-orang yang rugi
Aplikasi
Frasa 'nafsunya membujuk-memudahkan' menggambarkan pembunuhan bukan sebagai ledakan emosi sesaat, melainkan proses internal di mana nafsu secara bertahap merasionalisasi dan memudahkan jalan menuju kejahatan. Konkretnya: kejahatan besar jarang muncul tiba-tiba, ia biasanya dipersiapkan oleh serangkaian pembenaran diri yang membuat sesuatu yang tadinya tak terpikirkan menjadi terasa mudah dan wajar; kewaspadaan diperlukan justru pada tahap pembenaran diri ini, sebelum tindakan itu benar-benar dilakukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-w-', n-f-s, q-t-l, a-kh-w, s-b-h, kh-s-r): tawwa'at lahu nafsuhu diterjemahkan 'nafsunya membujuk-memudahkan baginya', akar t-w-' (putaran 58: tawwa'a bentuk II=menjadikan menurut/tunduk; nafs menjadikan perbuatan itu 'patuh' pada kehendaknya). gloss '(Qabil)/(benar-benar)' dibuang.