يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah Allah tetapkan bagi kalian, dan janganlah kalian berbalik ke belakang, karena kalian akan berbalik menjadi orang-orang yang rugi.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَyaa qawmi dkhuluu l-arda l-muqaddasata llatii kataba llaahu lakum wa-laa tartadduu alaa adbaarikum fa-tanqalibuu khaasiriinawahai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah Allah tetapkan bagi kalian, dan janganlah kalian berbalik ke belakang, karena kalian akan berbalik menjadi orang-orang yang rugi
Aplikasi

Perintah untuk tidak 'berbalik ke belakang' menghadapi tanah yang dijanjikan menegaskan bahwa mundur dari tantangan yang sudah ditetapkan berakibat kerugian, bukan keamanan. Konkretnya: ketika berhadapan dengan langkah besar yang sudah jelas harus diambil, mundur karena takut sering kali bukan pilihan yang lebih aman, ia justru mengubah seseorang dari pemenang potensial menjadi orang yang rugi karena kehilangan kesempatan yang sudah di depan mata.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-m, d-kh-l, a-r-d, q-d-s, k-t-b, a-l-h, r-d-d, d-b-r, q-l-b, kh-s-r): al-ard al-muqaddasah diterjemahkan 'tanah suci' (terjemahan lain '(Baitulmaqdis)' dibuang); kataba llaah lakum diterjemahkan 'Allah tetapkan bagi kalian' (akar k-t-b); tanqalibuu khaasiriin diterjemahkan 'berbalik menjadi orang-orang yang rugi'. gloss '(karena takut kepada musuh)' dibuang.