إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan berbuat zalim, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًاinna lladziina kafaruu wa-zhalamuu lam yakuni llaahu li-yaghfira lahum wa-laa li-yahdiyahum tariiqansesungguhnya orang-orang yang kufur dan berbuat zalim, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan
Aplikasi

Konsekuensi tegas bagi kombinasi 'kufur dan kezaliman', dua dimensi pelanggaran (spiritual dan sosial) yang bersatu menghasilkan konsekuensi yang lebih berat daripada salah satu saja. Konkretnya: pelanggaran yang menggabungkan penolakan prinsip DAN tindakan merugikan orang lain jauh lebih serius daripada kesalahan yang terisolasi pada satu dimensi, mengevaluasi keseriusan pelanggaran perlu mempertimbangkan berapa banyak dimensi yang dilanggar sekaligus.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Corpus ayat ini: «yagofira, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').