يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung selain orang-orang beriman. Apakah kalian ingin memberi Allah keterangan yang nyata atas kalian?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tattakhidzuu l-kaafiriina awliyaa'a min duuni l-mu'miniinawahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung selain orang-orang beriman
  2. أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًاa-turiiduuna an taj'aluu lillaahi alaykum sultaanan mubiinanapakah kalian ingin memberi Allah keterangan yang nyata atas kalian
Aplikasi

Larangan menjadikan yang tidak seiman sebagai 'pelindung utama' (bukan larangan berinteraksi, melainkan soal ke mana loyalitas fundamental diarahkan) disertai pertanyaan retoris tentang konsekuensinya. Konkretnya: membedakan antara berinteraksi baik dengan siapa pun dan menjadikan seseorang/kelompok sebagai sandaran loyalitas utama yang menggantikan komitmen inti, perbedaan ini penting agar keterbukaan sosial tidak dikacaukan dengan pengkhianatan prinsip.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, a-kh-dz, k-f-r, w-l-y, d-w-n, r-w-d, j-'-l, a-l-h, s-l-t, b-y-n): awliyaa' diterjemahkan 'pelindung'; sultaan mubiin diterjemahkan 'keterangan yang nyata', akar s-l-t (putaran 82: sultaan=hujah/dasar-klaim; terjemahan lain 'alasan yang jelas' sejalan). kaafir diterjemahkan 'kafir' (bukan 'false claimers' gaya sebagian penerjemah). gloss '(untuk menjatuhkan hukuman)' dibuang.