مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Siapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah mendengar lagi melihat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِman kaana yuriidu tsawaaba d-dunyaa fa-inda llaahi tsawaabu d-dunyaa wa-l-aakhiratisiapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat
  2. وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًاwa-kaana llaahu samii'an basiirandan Allah mendengar lagi melihat
Aplikasi

Penawaran ganda: yang menginginkan 'pahala dunia' tetap disediakan 'pahala dunia DAN akhirat' di sisi Allah, bukan pilihan biner antara duniawi-spiritual, melainkan potensi mendapatkan keduanya bagi yang tepat arahnya. Konkretnya: mengejar kesuksesan duniawi tidak harus dipertentangkan dengan spiritualitas, kerangka ini menawarkan kemungkinan meraih keduanya, asalkan arah fundamentalnya tetap benar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'mendengar'/'melihat' per takrif corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.