إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya, tetapi Dia mengampuni dosa yang selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُinna llaaha laa yaghfiru an yushraka bihi wa-yaghfiru maa duuna dzaalika li-man yashaa'usesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya, tetapi Dia mengampuni dosa yang selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki
  2. وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًاwa-man yushrik billaahi fa-qad dalla dalaalan ba'iidandan siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh
Aplikasi

Pengulangan tema syirik-satu-satunya-dosa-tak-terampuni (dari 4:48) dengan penekanan baru: 'tersesat jauh', bukan sekadar salah arah, melainkan jarak yang jauh dari kebenaran. Konkretnya: pengulangan prinsip ini menegaskan bahwa fondasi paling dasar (ke mana loyalitas utama diarahkan) adalah hal yang paling penting dijaga, penyimpangan di sini bukan kesalahan kecil yang mudah dikoreksi kembali.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Corpus ayat ini: «yagofiru, tanpa-al»; «yagofiru, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').