وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan siapa yang menentang Rasul setelah petunjuk menjadi jelas baginya, dan mengikuti jalan selain jalan orang-orang beriman, Kami palingkan ia ke arah yang ia palingi, dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam. Dan itu seburuk-buruk tempat kembali.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَwa-man yushaaqiqi r-rasuula min ba'di maa tabayyana lahu l-hudaa wa-yattabi' ghayra sabiili l-mu'miniina nuwallihi maa tawallaa wa-nuslihi jahannamadan siapa yang menentang Rasul setelah petunjuk menjadi jelas baginya, dan mengikuti jalan selain jalan orang-orang beriman, Kami palingkan ia ke arah yang ia palingi, dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam
  2. وَسَاءَتْ مَصِيرًاwa-saa'at masiirandan itu seburuk-buruk tempat kembali
Aplikasi

Konsekuensi bagi yang 'menentang Rasul SETELAH petunjuk menjadi jelas', pola berulang di seluruh Al-Qur'an: penolakan setelah kejelasan penuh menanggung bobot berbeda dari kebingungan jujur. Konkretnya: kembali pada prinsip yang berulang kali ditegaskan, kejujuran membedakan antara belum memahami dan menolak setelah memahami sepenuhnya adalah kunci menilai keseriusan sebuah penyimpangan, baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-q-q, r-s-l, b-'-d, b-y-n, h-d-y, t-b-', gh-y-r, s-b-l, a-m-n, w-l-y, s-l-y, s-w-a, s-y-r): yushaaqiqi r-rasuul diterjemahkan 'menentang Rasul'; nuwallihi maa tawallaa diterjemahkan 'Kami palingkan ia ke arah yang ia palingi', DIJAGA HARFIAH (terjemahan lain memparafrasa 'Kami biarkan dalam kesesatannya'; teks: konsekuensi mengikuti arah pilihannya sendiri); gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.