وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا

Janganlah engkau berdebat membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka sendiri. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْwa-laa tujaadil ani lladziina yakhtaanuuna anfusahumjanganlah engkau berdebat membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka sendiri
  2. إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًاinna llaaha laa yuhibbu man kaana khawwaanan atsiimansesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa
Aplikasi

Larangan berdebat membela 'orang-orang yang mengkhianati dirinya sendiri' menegaskan batas pembelaan yang sah, membela seseorang yang jelas-jelas merugikan dirinya sendiri lewat tindakan buruk bukan bentuk loyalitas yang terpuji. Konkretnya: ada batas etis dalam membela seseorang, jika pembelaan itu justru melindungi pola merusak-diri mereka sendiri (bukan membantu mereka), itu bukan kebaikan sejati, melainkan turut memfasilitasi kerusakan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).