وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا ۚ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

Ujilah anak-anak yatim sampai ketika mereka cukup umur untuk menikah, lalu jika menurut penilaian kalian mereka telah pandai, serahkanlah kepada mereka hartanya. Janganlah kalian memakannya melebihi batas kepatutan dan tergesa-gesa sebelum mereka dewasa. Siapa saja berkecukupan, hendaklah dia menahan diri, dan siapa saja yang fakir, hendaklah dia makan menurut cara yang baik. Kemudian apabila kalian menyerahkan harta itu kepada mereka, adakanlah saksi-saksi. Cukuplah Allah sebagai pengawas.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْwa-btaluu l-yataamaa hattaa idzaa balaghuu n-nikaaha fa-in aanastum minhum rushdan fa-dfa'uu ilayhim amwaalahumujilah anak-anak yatim sampai ketika mereka cukup umur untuk menikah, lalu jika menurut penilaian kalian mereka telah pandai, serahkanlah kepada mereka hartanya
  2. وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُواwa-laa ta'kuluuhaa israafan wa-bidaaran an yakbaruujanganlah kalian memakannya melebihi batas kepatutan dan tergesa-gesa sebelum mereka dewasa
  3. وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِwa-man kaana ghaniyyan fa-l-yasta'fif wa-man kaana faqiiran fa-l-ya'kul bi-l-ma'ruufisiapa saja berkecukupan, hendaklah dia menahan diri, dan siapa saja yang fakir, hendaklah dia makan menurut cara yang baik
  4. فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًاfa-idzaa dafa'tum ilayhim amwaalahum fa-ashhiduu alayhim wa-kafaa billaahi hasiibankemudian apabila kalian menyerahkan harta itu kepada mereka, adakanlah saksi-saksi. Cukuplah Allah sebagai pengawas
Aplikasi

Ujian kemampuan mengelola harta ditetapkan sebelum harta yatim diserahkan sepenuhnya, proses bertahap yang menghormati kesiapan, bukan penyerahan otomatis berdasarkan usia semata. Konkretnya: memberikan tanggung jawab besar (finansial, pekerjaan, kepercayaan) sebaiknya didahului evaluasi kesiapan nyata, bukan sekadar mencapai usia/masa tertentu, kesiapan aktual lebih relevan daripada patokan formal semata.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

wa-man kaana GHANIYYAN fal-yasta'fif diterjemahkan 'siapa berkecukupan hendaklah menahan diri'; 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; He who has NO NEED of any one in any thing'; al-Mughnii = 'He who satisfies whom He will'. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').