رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam api, sungguh Engkau telah menghinakannya; dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُrabbanaa innaka man tudkhili n-naara fa-qad akhzaytahuya Tuhan kami, sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam api, sungguh Engkau telah menghinakannya
  2. وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍwa-maa li-zh-zhaalimiina min ansaarindan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun
Aplikasi

Kesadaran bahwa siapa yang dimasukkan ke Neraka 'sungguh telah dihinakan' dan 'tidak ada bagi orang-orang zalim penolong' menutup doa dengan pengakuan bahwa kehinaan puncak itu tidak punya penyelamat selain menghindari kezaliman itu sendiri sejak awal. Konkretnya: perlakukan pencegahan, menjauhi kezaliman sejak dini, sebagai satu-satunya jalan keluar yang bisa diandalkan, bukan berharap ada penolong di titik paling akhir.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-b-b, d-kh-l, n-w-r, kh-z-y, zh-l-m, n-s-r): akhzaytahu diterjemahkan 'menghinakannya'; ansaar diterjemahkan 'penolong'. Selaras.