مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Allah tidak akan membiarkan orang-orang beriman dalam keadaan sebagaimana kalian sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Dan Allah tidak akan memperlihatkan kepada kalian hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan jika kalian beriman dan bertakwa, maka bagi kalian pahala yang besar.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِmaa kaana llaahu li-yadzara l-mu'miniina alaa maa antum alayhi hattaa yamiiza l-khabiitsa mina t-tayyibiAllah tidak akan membiarkan orang-orang beriman dalam keadaan sebagaimana kalian sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik
  2. وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُwa-maa kaana llaahu li-yutli'akum alaa l-ghaybi wa-laakinna llaaha yajtabii min rusulihi man yashaa'udan Allah tidak akan memperlihatkan kepada kalian hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya
  3. فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِfa-aaminuu billaahi wa-rusulihimaka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya
  4. وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌwa-in tu'minuu wa-tattaquu fa-lakum ajrun azhiimundan jika kalian beriman dan bertakwa, maka bagi kalian pahala yang besar
Aplikasi

Bahwa Allah 'tidak akan membiarkan orang-orang mukmin dalam keadaan sebagaimana kalian sekarang, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik' menegaskan proses penyortiran itu berlangsung terus-menerus, bukan sekali jadi. Konkretnya: terimalah bahwa kejelasan tentang siapa yang tulus dan siapa yang tidak dalam suatu komunitas biasanya hanya terungkap lewat proses dan waktu, bukan transparansi instan, kesabaran menghadapi proses itu, bukan menuntut kepastian prematur, adalah sikap yang diminta.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.