وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan ingatlah ketika engkau berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu, engkau menempatkan orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Dan Allah mendengar lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِwa-idz ghadawta min ahlika tubawwi'u l-mu'miniina maqaa'ida li-l-qitaalidan ingatlah ketika engkau berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu, engkau menempatkan orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran
  2. وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌwallaahu samii'un aliimundan Allah mendengar lagi berilmu
Aplikasi

Persiapan Nabi mengatur posisi pasukan sebelum pertempuran, bukan langsung bertempur tanpa rencana, menunjukkan bahwa tawakal tidak meniadakan perencanaan matang. Konkretnya: kepercayaan pada pertolongan Allah semestinya berjalan bersama ikhtiar taktis yang serius, bukan sebagai pengganti perencanaan; menyerahkan hasil kepada Allah tidak membebaskan seseorang dari kewajiban mempersiapkan langkah dengan cermat.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').