تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۗ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَ

Itulah tanda-tanda Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar, dan Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman pada seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّtilka aayaatu llaahi natluuhaa alayka bi-l-haqqiitulah tanda-tanda Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar
  2. وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَwa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-aalamiinadan Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman pada seisi alam
Aplikasi

Frasa 'tidaklah Allah berkehendak melakukan kezaliman pada seisi alam', terjemahan ini merender aalamiin secara universal, bukan terbatas pada satu bangsa atau umat tertentu. Konkretnya: prinsip keadilan yang berlaku di sini bersifat universal, tidak pandang bulu, jangan berasumsi kelompokmu sendiri mendapat pengecualian dari standar keadilan yang sama yang berlaku bagi semua orang.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.