فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, yaitu Maqam Ibrahim. Dan siapa yang memasukinya, ia menjadi aman. Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah berhaji ke Rumah itu, bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Dan siapa yang kufur, sesungguhnya Allah berkecukupan dari seisi alam.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَfiihi aayaatun bayyinaatun maqaamu ibraahiimadi dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, yaitu Maqam Ibrahim
  2. وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًاwa-man dakhalahu kaana aaminandan siapa yang memasukinya, ia menjadi aman
  3. وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًاwa-lillaahi alaa n-naasi hijju l-bayti mani stataa'a ilayhi sabiilandan kewajiban manusia terhadap Allah adalah berhaji ke Rumah itu, bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke sana
  4. وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَwa-man kafara fa-inna llaaha ghaniyyun ani l-aalamiinadan siapa yang kufur, sesungguhnya Allah berkecukupan dari seisi alam
Aplikasi

Kewajiban haji dibatasi eksplisit 'bagi yang mampu mengadakan perjalanan', kewajiban agama yang mempertimbangkan kapasitas riil, bukan tuntutan universal tanpa syarat. Konkretnya: kewajiban spiritual/moral yang bijak memperhitungkan kapasitas nyata individu (finansial, fisik, situasional), menuntut sesuatu di luar kemampuan bukan keadilan, melainkan beban yang tidak proporsional.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di an…”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks. ⟶: gloss '(ibadah)' sebelum 'haji' dibuang (lihat 2:196); terjemahan 'haji' & menunggu dossier. ⟶ lanjutan: 'melaksanakan haji' diterjemahkan '' (analog putusan 2:158 'beribadah haji' diterjemahkan 'berhaji'; KBBI-valid). Arab *'alaa n-naasi l-bayt* nominal, verba-tindakan 'melaksanakan' = tambahan. ⟶. (sapuan seluruh Qur'an, corpus Leeds 0.4,): frasa idafah ***bayt Allaah* / 'Baitullah' NOL kemunculan**, tak ada kata ber-akar b-y-t yang diikuti kata ber-akar الله di seluruh Qur'an. Yang teks pakai justru posesif orang I ** = '' (2:125, 22:26, Allah bersabda); posesif orang II ** = '' (14:37, Ibrahim menyeru); ** takrif = ''; 3:96 ** = 'sebuah rumah'. terjemahan lain 'Baitullah', mengubah (siapa yang berbicara) menjadi.