يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ
wahai Maryam, tunduk-taatlah kepada Tuhanmu, sujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَyaa maryamu qnutii li-rabbiki wa-sjudii wa-rka'ii ma'a r-raaki'iinawahai Maryam, tunduk-taatlah kepada Tuhanmu, sujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk
Aplikasi
Perintah kepada Maryam untuk 'tunduk-taat, bersujud, dan rukuk BERSAMA orang-orang yang rukuk' menegaskan dimensi komunal dalam ibadahnya, bukan praktik yang terisolasi sendirian. Konkretnya: bahkan bagi individu dengan keistimewaan spiritual luar biasa (seperti Maryam), ibadah komunal tetap ditekankan sebagai bagian penting, spiritualitas tidak dimaksudkan sepenuhnya soliter, melainkan terhubung dengan komunitas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-n-t, r-b-b, s-j-d, r-k-'): uqnutii diterjemahkan 'tunduk-taatlah' (akar q-n-t putaran 100: qanata=taat-berkelanjutan; terjemahan lain 'taatlah'); ruka'ii ma'a r-raaki'iin diterjemahkan 'rukuklah bersama orang-orang yang rukuk', bingkai KEBERSAMAAN (putaran 99: Maryam sendirian di mihrab, jadi 'bersama'≠sikap fisik serentak).