هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Yang Mendengar doa."
Terjemahan bertahap (21 jeda)
- هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
- دَعَاda'aaberdoa
- زَكَرِيَّاZakariyyaaZakaria
- رَبَّrabbaTuhan
- هُ-hu-nya
- قَالَqaalaia berkata
- رَبِّrabbiTuhan
- ي-ii-ku
- هَبْhabkaruniakanlah
- لِli-kepada
- ي-ii-ku
- مِنْmindari
- لَدُنْladun-sisi
- كَ-ka-Mu
- ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
- طَيِّبَةًtayyibatanyang baik
- إِنَّinnasesungguhnya
- كَ-kaEngkau
- سَمِيعُsamii'uYang Mendengar
- الْad-–
- دُّعَاءِdu'aa'idoa
Aplikasi
Doa Zakaria untuk 'keturunan yang baik' (bukan sekadar keturunan) menunjukkan bahwa permintaan yang matang mempertimbangkan kualitas, bukan hanya kuantitas atau pemenuhan keinginan dasar. Konkretnya: dalam berdoa/berharap untuk sesuatu (keturunan, karier, hubungan), mempertimbangkan kualitas dan dampak jangka panjang (bukan sekadar terpenuhinya keinginan) adalah cara berdoa yang lebih matang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan diterjemahkan 'mendengar' per takrif corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.