وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah sungguh telah mengangkat Talut untuk kalian sebagai raja.” Mereka berkata, “Bagaimana ia memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan ia tidak diberi kelimpahan harta?” Ia berkata, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kalian dan menambahkan baginya kelebihan dalam ilmu dan tubuh.” Dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah luas lagi berilmu.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًاwa-qaala lahum nabiyyuhum inna llaaha qad ba'atsa lakum taaluuta malikandan nabi mereka berkata kepada mereka, sesungguhnya Allah sungguh telah mengangkat Talut untuk kalian sebagai raja
- قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِqaaluu annaa yakuunu lahu l-mulku alaynaa wa-nahnu ahaqqu bi-l-mulki minhu wa-lam yu'ta sa'atan mina l-maalimereka berkata, bagaimana ia memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan ia tidak diberi kelimpahan harta
- قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِqaala inna llaaha stafaahu alaykum wa-zaadahu bastatan fii l-ilmi wa-l-jismiia berkata, sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kalian dan menambahkan baginya kelebihan dalam ilmu dan tubuh
- وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُwa-llaahu yu'tii mulkahu man yashaa'udan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki
- وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌwa-llaahu waasi'un aliimundan Allah luas lagi berilmu
Aplikasi
Kepemimpinan Talut ditolak awalnya karena bukan dari kalangan kaya, namun dibela dengan kriteria berbeda: 'kelebihan ilmu dan fisik', kompetensi dan kapasitas nyata, bukan kekayaan, sebagai dasar kepantasan memimpin. Konkretnya: menilai kelayakan pemimpin dari kompetensi dan kapasitas nyata (bukan kekayaan atau status sosial) adalah kriteria yang ditegaskan di sini, sebuah kritik terhadap plutokrasi kepemimpinan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').