وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah menahan diri mereka tiga kali quru. Dan tidak halal bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir. Dan suami-suami mereka lebih berhak mengembalikan mereka pada masa itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan bagi mereka setara dengan apa yang menjadi kewajiban mereka, menurut cara yang patut. Dan bagi para lelaki ada satu tingkat di atas mereka. Dan Allah digdaya lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍwa-l-mutallaqaatu yatarabbasna bi-anfusihinna tsalaatsata quruu'indan perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah menahan diri mereka tiga kali quru
- وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِwa-laa yahillu lahunna an yaktumna maa khalaqa llaahu fii arhaamihinna in kunna yu'minna billaahi wa-l-yawmi l-aakhiridan tidak halal bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir
- وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًاwa-bu'uulatuhunna ahaqqu bi-raddihinna fii dzaalika in araaduu islaahandan suami-suami mereka lebih berhak mengembalikan mereka pada masa itu, jika mereka menghendaki perbaikan
- وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِwa-lahunna mitslu lladzii alayhinna bi-l-ma'ruufidan bagi mereka setara dengan apa yang menjadi kewajiban mereka, menurut cara yang patut
- وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌwa-li-r-rijaali alayhinna darajatundan bagi para lelaki ada satu tingkat di atas mereka
- وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌwa-llaahu aziizun hakiimundan Allah digdaya lagi penuh hikmah
Aplikasi
Larangan menyembunyikan kandungan menegaskan transparansi sebagai kewajiban moral dalam masa idah, sementara hak yang 'seimbang dengan kewajiban' menegaskan resiprositas dalam relasi. Konkretnya: kejujuran tentang informasi yang berdampak pada keputusan pihak lain (di sini: kandungan) adalah kewajiban etis mendasar dalam hubungan, terlepas dari kesulitan situasi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…g diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beri…”. Corpus ayat ini: «>aroHaAmi, tanpa-al». arhaam diterjemahkan 'rahim', jangkar konkret akar (organ pemberi penghidupan; KBBI rahim¹='kandungan' & rahim²='bersifat belas kasihan': Indonesia meminjam KEDUA sisi akar).