فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Maka jika kalian menyimpang setelah bukti-bukti yang jelas datang kepada kalian, ketahuilah bahwa Allah digdaya lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌfa-in zalaltum min ba'di maa jaa'atkumu l-bayyinaatu fa-lamuu anna llaaha aziizun hakiimunmaka jika kalian menyimpang setelah bukti-bukti yang jelas datang kepada kalian, ketahuilah bahwa Allah digdaya lagi penuh hikmah
Aplikasi

Peringatan tentang 'menyimpang setelah bukti nyata sampai', pelanggaran setelah pengetahuan jelas menanggung bobot berbeda dari kesalahan karena ketidaktahuan (tema berulang, lih. 2:75/2:145). Konkretnya: kembali pada pola berulang di surah ini, kejujuran menuntut membedakan kesalahan karena belum tahu dan penyimpangan setelah tahu, terutama saat menilai diri sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'digdaya' (indefinit corpus, tanpa 'Maha') + (kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.