وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
Dan di antara manusia ada yang menjual dirinya demi mencari rida Allah. Dan Allah penuh iba kepada hamba-hamba-Nya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِwa-mina n-naasi man yashrii nafsahu btighaa'a mardaati llaahidan di antara manusia ada yang menjual dirinya demi mencari rida Allah
- وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِwa-llaahu ra'uufun bi-l-ibaadidan Allah penuh iba kepada hamba-hamba-Nya
Aplikasi
Kontras tajam dengan 2:204-206: ada juga yang 'mengorbankan dirinya untuk mencari rida Allah', pengorbanan tulus tanpa pamrih duniawi. Konkretnya: dua kutub perilaku manusia (retorika-kosong-vs-pengorbanan-tulus) disandingkan untuk perbandingan, introspeksi diri: apakah komitmenku lebih dekat pada kata-kata yang mengesankan, atau tindakan nyata yang berkorban?
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyantun” diterjemahkan “penuh iba”. r-'-f: 10/13 berdampingan dgn rahiim, non-redundan; 'penuh iba lagi pengasih' = perasaan DAN tindakan. Corpus ayat ini: «ra'uwfN[, INDEFINIT».