Ayat 2:204

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

Dan di antara manusia ada yang perkataannya tentang kehidupan dunia mengagumkanmu, dan ia menjadikan Allah saksi atas apa yang di hatinya, padahal ia penentang yang paling keras.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِwa-mina n-naasi man yu'jibuka qawluhu fii l-hayaati d-dunyaa wa-yushhidu llaaha alaa maa fii qalbihi wa-huwa aladdu l-khisaamidan di antara manusia ada yang perkataannya tentang kehidupan dunia mengagumkanmu, dan ia menjadikan Allah saksi atas apa yang di hatinya, padahal ia penentang yang paling keras
Aplikasi

Peringatan tajam terhadap orang yang perkataannya 'mengagumkan' namun 'penentang paling keras', kefasihan bicara tidak menjamin ketulusan hati, bahkan bisa menyembunyikan permusuhan terdalam. Konkretnya: kewaspadaan terhadap kefasihan retorika yang mengesankan tapi tidak sejalan dengan tindakan/karakter, kekaguman verbal sesaat perlu diuji dengan konsistensi jangka panjang.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-w-s, '-j-b, q-w-l, h-y-y, d-n-w, sh-h-d, a-l-h, q-l-b, l-d-d, kh-s-m): qalb 'hati' dipertahankan (undecided T1-005); aladd al-khisaam diterjemahkan 'penentang yang paling keras'. Selaras.

Ayat 2:205

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

Dan apabila ia berpaling, ia berusaha berbuat kerusakan di bumi, dan merusak tanam-tanaman dan keturunan. Dan Allah tidak mencintai kerusakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَwa-idzaa tawallaa sa'aa fii l-ardi li-yufsida fiihaa wa-yuhlika l-hartsa wa-n-nasladan apabila ia berpaling, ia berusaha berbuat kerusakan di bumi, dan merusak tanam-tanaman dan keturunan
  2. وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَwa-llaahu laa yuhibbu l-fasaadadan Allah tidak mencintai kerusakan
Aplikasi

Pola orang yang disebut di 2:204: begitu berpaling/berkuasa, langsung merusak tanaman dan ternak, kekuasaan yang disalahgunakan menyerang sumber kehidupan dasar masyarakat. Konkretnya: menilai kepemimpinan bukan dari kata-katanya saat mencari dukungan, tapi dari dampaknya terhadap sumber daya dasar masyarakat (pangan, lingkungan, mata pencaharian) setelah berkuasa.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).

Ayat 2:206

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” kedigdayaannya membawanya kepada dosa. Maka cukuplah baginya Jahannam. Dan sungguh seburuk-buruk tempat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِwa-idzaa qiila lahu ttaqi llaaha akhadzatsu l-izzatu bi-l-itsmidan apabila dikatakan kepadanya, bertakwalah kepada Allah, kedigdayaannya membawanya kepada dosa
  2. فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُfa-hasbuhu jahannamumaka cukuplah baginya Jahannam
  3. وَلَبِئْسَ الْمِهَادُwa-la-bi'sa l-mihaadudan sungguh seburuk-buruk tempat
Aplikasi

Respons terhadap nasihat 'bertakwalah' justru memicu 'kedigdayaan yang menyebabkan berbuat dosa lebih banyak', ego yang tersinggung oleh koreksi malah memperburuk perilaku, bukan memperbaikinya. Konkretnya: waspadai reaksi defensif-agresif terhadap kritik yang jujur, respons yang sehat terhadap teguran adalah refleksi, bukan eskalasi kesombongan yang membenarkan kesalahan lebih jauh.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

izzah diterjemahkan 'kedigdayaannya' (terjemahan lain 'kesombongan' membelah nomina; klaim tak-teratasi palsu = konteks yang membongkar, kata tak perlu diganti). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). pride2 in his sin3 takes him. jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.