وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan berinfaklah di jalan Allah, dan janganlah kalian jerumuskan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِwa-anfiquu fii sabiili llaahi wa-laa tulquu bi-aydiikum ilaa t-tahlukatidan berinfaklah di jalan Allah, dan janganlah kalian jerumuskan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan
  2. وَأَحْسِنُواwa-ahsinuudan berbuat baiklah
  3. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَinna llaaha yuhibbu l-muhsiniinasesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik
Aplikasi

Perintah berinfak diikuti larangan 'menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan', dua hal yang tampak terpisah (memberi dan menjaga diri) disatukan, menunjukkan bahwa kedermawanan yang sehat tidak berarti pengorbanan diri tanpa batas. Konkretnya: memberi/berkontribusi untuk kebaikan bersama tidak boleh sampai menghancurkan kemampuan diri sendiri untuk terus memberi, kedermawanan yang bijak menjaga keberlanjutan, bukan menghabiskan diri sekaligus.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).