وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُواwa-qaatiluu fii sabiili llaahi lladziina yuqaatiluunakum wa-laa ta'taduudan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, dan janganlah kalian melampaui batas
  2. إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَinna llaaha laa yuhibbu l-mu'tadiinasesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas
Aplikasi

Perintah berperang dibatasi jelas: hanya terhadap 'yang memerangi kalian' dan larangan tegas 'jangan melampaui batas', perang defensif dengan batasan etis eksplisit, bukan agresi terbuka. Konkretnya: bahkan dalam situasi konflik yang dibenarkan, prinsip proporsionalitas dan batas etis tetap berlaku, membela diri tidak memberi lisensi untuk kekejaman tanpa batas.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).