يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari yang baik-baik apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian, dan bersyukurlah kepada Allah jika kalian hanya menyembah kepada-Nya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu kuluu min tayyibaati maa razaqnaakum wa-shkuruu lillaahi in kuntum iyyaahu ta'buduunawahai orang-orang yang beriman, makanlah dari yang baik-baik apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian, dan bersyukurlah kepada Allah jika kalian hanya menyembah kepada-Nya
Aplikasi

Perintah bersyukur dikaitkan langsung dengan pengabdian eksklusif ('jika kalian hanya menyembah kepada-Nya'), syukur sejati terhubung dengan kejujuran pengabdian, bukan formalitas terpisah. Konkretnya: rasa syukur yang autentik seharusnya konsisten dengan ke mana loyalitas dan pengabdian sebenarnya diarahkan, bersyukur pada Allah sambil mengabdi pada hal lain adalah inkonsistensi yang layak diperiksa.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).