يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai manusia, makanlah dari apa yang di bumi, yang halal lagi baik, dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan; sesungguhnya ia bagi kalian musuh yang nyata.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِyaa ayyuhaa n-naasu kuluu mimmaa fii l-ardi halaalan tayyiban wa-laa tattabi'uu khutuwaati sh-shaytaaniwahai manusia, makanlah dari apa yang di bumi, yang halal lagi baik, dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan
  2. إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌinnahu lakum aduwwun mubiinunsesungguhnya ia bagi kalian musuh yang nyata
Aplikasi

Perintah makan 'yang halal lagi baik' (bukan sekadar halal) menambahkan dimensi kualitas pada kehalalan, bukan hanya soal boleh-tidak-boleh, tapi juga soal baik-tidaknya. Konkretnya: standar konsumsi (makanan, informasi, hiburan) yang sehat mempertimbangkan dua hal sekaligus: apakah diizinkan DAN apakah benar-benar baik bagi diri, sesuatu yang 'boleh' tidak otomatis 'baik untuk dikonsumsi'.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-w-s, a-k-l, a-r-d, h-l-l, t-y-b, t-b-', kh-t-w, sh-t-n, '-d-w, b-y-n): halaal tayyib diterjemahkan 'halal lagi baik', halaal dipertahankan (akar h-l-l=membuka-simpul, putaran 64; terjemahan belum diputus). shaytaan diterjemahkan 'setan' (serapan); aduu mubiin diterjemahkan 'musuh yang nyata'.