Ayat 2:153

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ista'iinuu bi-s-sabri wa-s-salaatiwahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat
  2. إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَinna llaaha ma'a s-saabiriinasesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar
Aplikasi

Sabar dan salat disandingkan lagi sebagai sarana pertolongan (mengulang 2:45), pengulangan menegaskan pentingnya kombinasi ketahanan-batin dan komitmen-terarah sebagai strategi hidup, bukan sekali disebut lalu ditinggalkan. Konkretnya: dalam kesulitan berulang, kembali pada kombinasi sabar+salat sebagai strategi yang sudah ditegaskan dua kali dalam surah yang sama layak dijadikan kebiasaan, bukan hanya diingat sesekali.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah bese…”. Corpus ayat ini: «S~alawpi, TAKRIF». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').

Ayat 2:154

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

Dan janganlah kalian mengatakan tentang orang yang terbunuh di jalan Allah, “Mereka mati.” Bahkan mereka hidup, tetapi kalian tidak menyadari.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌwa-laa taquuluu li-man yuqtalu fii sabiili llaahi amwaatundan janganlah kalian mengatakan tentang orang yang terbunuh di jalan Allah, mereka mati
  2. بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَbal ahyaa'un wa-laakin laa tash'uruunabahkan mereka hidup, tetapi kalian tidak menyadari
Aplikasi

Larangan menyebut yang gugur di jalan kebenaran sebagai 'mati' menegaskan bahwa pengorbanan demi tujuan besar punya makna yang melampaui kematian biasa. Konkretnya: menghormati pengorbanan orang yang gugur demi keadilan/kebenaran (bukan hanya dalam konteks perang, tapi siapa pun yang mengorbankan diri demi nilai besar) berarti mengingat dampak hidup mereka, bukan hanya meratapi kematian mereka.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, q-t-l, s-b-l, a-l-h, m-w-t, h-y-y, sh-'-r): amwaat/ahyaa' diterjemahkan 'mati/hidup'; Selaras.