مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

Siapa yang menjadi musuh bagi Allah, para malaikat-Nya, para rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang yang kufur.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَman kaana aduwwan lillaahi wa-malaa'ikatihi wa-rusulihi wa-jibriila wa-miikaala fa-inna llaaha aduwwun li-l-kaafiriinasiapa yang menjadi musuh bagi Allah, para malaikat-Nya, para rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang yang kufur
Aplikasi

Permusuhan terhadap malaikat, rasul, Jibril, Mikail disatukan sebagai permusuhan terhadap Allah sendiri, menunjukkan bahwa penolakan terhadap perantara/pembawa-pesan Ilahi bukan hal terpisah dari penolakan terhadap sumbernya. Konkretnya: konsistensi dalam menghormati SELURUH rantai penyampai kebenaran (bukan memilih-milih siapa yang dihormati) adalah bagian dari menghormati kebenaran itu sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, '-d-w, a-l-h, m-l-k, r-s-l, k-f-r): aduu diterjemahkan 'musuh'; kaafiriin diterjemahkan 'yang ingkar'.