وَلَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
Akan tetapi, mereka tidak akan menginginkannya sama sekali, karena apa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah berilmu akan orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْwa-lan yatamannawhu abadan bimaa qaddamat aydiihimakan tetapi, mereka tidak akan menginginkannya sama sekali, karena apa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka
- وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَwa-llaahu aliimun bi-zh-zhaalimiinadan Allah berilmu akan orang-orang yang zalim
Aplikasi
Keengganan mereka meminta kematian (setelah ditantang di 2:94) disebabkan 'apa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka', kesadaran bawah-sadar atas dosa sendiri yang membuat mereka takut menghadapi pertanggungjawaban. Konkretnya: ketakutan menghadapi konsekuensi sering kali menjadi indikator paling jujur tentang seberapa bersih rekam-jejak seseorang, jika hati nyaman menghadapi pertanggungjawaban, itu tanda baik; jika menghindar keras, layak ditelusuri kenapa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').