وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan di antara mereka ada yang umi, tidak mengetahui Kitab kecuali hanya angan-angan, dan mereka hanyalah menduga-duga.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَwa-minhum ummiyyuuna laa ya'lamuuna l-kitaaba illaa amaaniyya wa-in hum illaa yazhunnuunadan di antara mereka ada yang umi, tidak mengetahui Kitab kecuali hanya angan-angan, dan mereka hanyalah menduga-duga
Aplikasi

Kelompok 'ummii' (awam tak-ber-Kitab) di sini bukan dikutuk karena buta-huruf, tapi karena mengandalkan 'angan-angan dan dugaan' alih-alih pemahaman mendalam atas apa yang mereka klaim yakini. Konkretnya: bahaya sesungguhnya bukan ketidaktahuan itu sendiri, tapi ketidaktahuan yang tetap merasa yakin dan berbicara seolah-olah memahami, kerendahan-hati untuk mengakui 'aku belum benar-benar memahami ini' lebih aman daripada berpegang pada dugaan yang dibalut kepercayaan diri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).