وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا ۖ وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ
Dan ingatlah ketika kalian membunuh seseorang, lalu kalian saling menuduh tentangnya, sedang Allah menyingkapkan apa yang kalian sembunyikan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَwa-idh qataltum nafsan fa-ddaarat'tum fiihaa wa-llaahu mukhrijun maa kuntum taktumuunadan ingatlah ketika kalian membunuh seseorang, lalu kalian saling melempar tuduhan tentangnya, dan Allah menyingkapkan apa yang kalian sembunyikan
Penjelasan pilihan kata
Dan ingatlah ketika kalian membunuh seseorang, lalu kalian saling melempar tuduhan tentangnya, sebuah pembunuhan terjadi di antara Bani Israil, dan mereka SALING TUDUH. Tidak ada yang mau mengaku. Lalu Allah berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebagian darinya", perintah untuk memukul mayat korban dengan bagian dari sapi yang disembelih (dari kisah 2:67-71), dan mayat itu HIDUP KEMBALI untuk menyebutkan pembunuhnya. Inilah mukjizat yang menunjukkan bahwa Allah bisa MENGHIDUPKAN yang mati, dan bahwa kebenaran tidak bisa disembunyikan, bahkan setelah kematian.
"Demikianlah Allah menghidupkan yang mati, dan Dia memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Nya agar kalian berakal", penutup yang menghubungkan peristiwa ini dengan tema yang lebih besar: KEBANGKITAN. Pembunuhan ini menjadi BUKTI bahwa Allah bisa menghidupkan kembali, sebuah pelajaran tentang hari akhir yang dikemas dalam peristiwa sejarah.
Tafsiran
Kisah pembunuhan dan sapi betina adalah satu rangkaian: perintah menyembelih sapi (2:67-71) ternyata bukan perintah acak. Sapi itu nanti dipakai untuk MENGHIDUPKAN mayat dan MENGUNGKAP pembunuh. Apa yang tampak sebagai perintah aneh kini terungkap tujuannya. Beginilah cara Allah bekerja: sering kali kita tidak mengerti tujuan suatu perintah saat menerimanya, tapi di kemudian hari, tujuannya menjadi jelas. Perintah yang tampaknya tidak masuk akal (sapi dengan spesifikasi super spesifik) ternyata memiliki fungsi yang tidak terduga.
Implikasi (Renungan dan Hikmah, 1)
- Perintah menyembelih sapi dengan spesifikasi aneh (2:67-71) ternyata bertujuan untuk MEMBUKTIKAN sesuatu yang lebih besar: Allah bisa menghidupkan yang mati. Apa yang tampak sebagai perintah acak kini terungkap sebagai bagian dari rencana yang lebih besar. Dalam hidup, kita sering menerima perintah atau ujian yang tidak kita mengerti tujuannya. Waktu akan mengungkapkan, dan sering kali, tujuannya jauh lebih besar dari yang kita duga.