قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا ذَلُولٌ تُثِيرُ الْأَرْضَ وَلَا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا الْآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ

Ia berkata, “Sesungguhnya Dia berfirman, ‘Sapi itu tidak dipakai membajak tanah dan tidak pula mengairi ladang, sehat, tanpa belang.’” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan yang sebenarnya.” Lalu mereka menyembelihnya, dan mereka hampir tidak melakukannya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا ذَلُولٌ تُثِيرُ الْأَرْضَ وَلَا تَسْقِي الْحَرْثَqaala innahu yaquulu innahaa baqaratun laa dhaluulun tutsiiru l-ardha wa-laa tasqii l-hartsaia berkata, sesungguhnya Dia berfirman bahwa sapi itu tidak dipakai membajak tanah dan tidak pula mengairi ladang
  2. مُسَلَّمَةٌ لَا شِيَةَ فِيهَا قَالُوا الْآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَmusallamatun laa syiyata fiihaa qaaluu l-aana jita bi-l-haqqi fa-dzabahuuhaa wa-maa kaaduu yafaluunatidak bercacat, tidak ada belang di tubuhnya; mereka berkata, sekarang engkau membawa kebenaran; lalu mereka menyembelihnya, padahal mereka hampir tidak melakukannya
Penjelasan pilihan kata

Jawaban TERAKHIR: sapi itu "tidak dipakai membajak tanah dan tidak pula mengairi ladang, tidak bercacat, tidak ada belang di tubuhnya." Tiga kriteria tambahan: BELUM PERNAH BEKERJA, TIDAK CACAT, TIDAK BERBELANG. Ini hasil dari pertanyaan mereka sendiri, dari sapi apa pun menjadi sapi super-spesifik yang sangat sulit ditemukan.

"Mereka berkata, Sekarang engkau membawa kebenaran", pengakuan. Setelah semua pertanyaan, mereka AKHIRNYA mengakui. "Lalu mereka menyembelihnya, padahal mereka hampir tidak melakukannya", mereka NYARIS tidak jadi. Begitu banyak penundaan sampai HAMPIR kehilangan kesempatan. Inilah klimaks dari kisah yang memberi nama pada seluruh surah: Al-Baqarah, Sapi Betina.

Tafsiran

Kisah sapi betina mengajarkan bahwa KETAATAN SEDERHANA lebih baik dari KETAATAN YANG DIPERTANYAKAN. Setiap pertanyaan Bani Israil menghasilkan KRITERIA TAMBAHAN, bukan kemudahan. Apa yang tadinya bisa dilakukan dalam satu hari menjadi proyek yang nyaris gagal. Dan nama surah ini, Al-Baqarah, adalah PENGINGAT abadi tentang pelajaran itu: jangan seperti mereka yang HAMPIR tidak melakukannya.

Implikasi (Renungan dan Hikmah, 2)
  • Kalimat penutup yang menusuk: mereka HAMPIR tidak melakukannya. Setelah semua pertanyaan, penundaan, spesifikasi yang menyempit, mereka nyaris kehilangan kesempatan untuk taat. Semakin lama menunda, semakin sulit melaksanakan. Dan semakin sulit, semakin besar godaan untuk tidak melakukannya sama sekali. Sampai akhirnya, HAMPIR, terlambat. Jangan biarkan ketaatanmu sampai ke titik hampir tidak jadi.
  • Seluruh surah ini dinamai AL-BAQARAH, Sapi Betina, dari KISAH INI. Bukan dari ayat pertama, bukan dari tema utama. Sebuah kisah tentang penundaan, pertanyaan tak perlu, dan ketaatan yang nyaris gagal. Dengan menamai surah terpanjang Al-Quran dengan kisah ini, seolah Al-Quran berkata: JANGAN LUPA. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Ketaatan sederhana lebih baik dari pertanyaan tanpa akhir.