قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ

Mereka berkata, “Serukanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Ia berkata, “Sesungguhnya Dia berfirman, ‘Ia sapi kuning, cerah warnanya, menyenangkan orang-orang yang memandang.’”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَاqaaluu du lanaa rabbaka yubayyin lanaa maa lawnuhaamereka berkata, serukanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya
  2. قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَqaala innahu yaquulu innahaa baqaratun shafraau faaqiun lawnuhaa tasurru n-naazhiriinaia berkata, sesungguhnya Dia berfirman bahwa sapi itu kuning tua, warnanya menyenangkan orang yang melihatnya
Penjelasan pilihan kata

Pertanyaan KEDUA: "Serukanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya." Mereka belum puas dengan kriteria umur. Sekarang WARNA. "Ia berkata, Sesungguhnya Dia berfirman bahwa sapi itu kuning tua, warnanya menyenangkan orang yang melihatnya", kuning tua yang cerah, tidak kusam. Setiap pertanyaan membawa satu kriteria baru: dari sapi apa pun ke sapi setengah baya ke sapi kuning tua yang indah.

Mereka masih belum berhenti. Pertanyaan ketiga akan datang.

Tafsiran

Pertanyaan kedua: warna. Ini semakin memperlihatkan bahwa mereka TIDAK SERIUS ingin melaksanakan. Setiap pertanyaan adalah PENUNDAAN, berharap dengan memperumit, perintah menjadi mustahil dan mereka terbebas. Tapi Allah tidak membatalkan; Ia terus MENJAWAB, dan setiap jawaban justru MEMPERJELAS bahwa perintah ini SERIUS.

Implikasi (Renungan dan Hikmah, 1)
  • Setiap pertanyaan adalah PENUNDAAN halus. Mereka tidak menolak secara terbuka; mereka BERTANYA, berharap semakin rumit semakin tidak mungkin. Ini strategi yang sering dipakai: menunda dengan berpura-pura mencari kejelasan. Tapi perintah yang benar tidak akan hilang hanya karena kita memperumitnya.